A. Konsep Belajar
Pendapat para ahli tentang belajar
antara lain;
Mois L. Bigge, “belajar adalah perubahan yang menetap dalam kehidupan
seseorang yang tidak diwariskan secara genetis”
James O. Whittaker, “belajar didefinisikan sebagai proses yang menimbulkan
atau merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman”
Jadi dapat ddisimpulkan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang
mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku siswa yang menetap dan tidak
diwariskan secara genetis sebagai hasil pengalaman-pengalaman
Ada beberapa teori belajar yang
penting dipelajari adalah;
•
Teori Belajar Konstruktivisme
“belajar adalah membangun pengetahuan sedikit demi sedikit, yang kemudian
hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak tiba-tiba, karena
pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep-konsep, atau kaidah yang
siap diambil atau diingat”
•
Teori Belajar Sosial
“manusia itu tidak didorong oleh kekuatan-kekuatan dari dalam, dan juga
tidak dipukul oleh stimulus-stimulus lingkungan. Tetapi, fungsi psikologi
diterangkan sebagai interaksi yang kontinu dan timbal balik dari
determinan-determinan pribadi dan determinan-determinan lingkungan
•
Teori Belajar Motivasi
Siswa (yang belajar) harus diberi motivasi untuk belajar dengan harapan,
bahwa belajar akan memperoleh hadiah”
•
Teori Belajar Komunikasi
“belajar adalah sebagai suatu hasil pengalaman”
B. Konsep Mengajar
Mengajar merupakan upaya menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Atau dapat
dikatakan bahwa mengajar merupakan kegiatan memberikan suatu pengalaman,
pengetahuan ataupun ilmu kepada seseorang yang belajar
Oleh paham modern berpendapat bahwa mengajar merupakan aktivitas
mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan
siswa sehingga terjadi proses belajar
JL Marsel berpendapat :
Agar berhasil mengajar seorang guru harus memperhatikan prinsip-prinsip
1.
prinsip konteks, artinya guru sebaiknya menyampaikan materi
hendaknya dapat menciptakan hubungan-hubungan antara materi yang dibahas, untuk
dapat digunakan sumber-sumber belajar, seperti buku, surat kabar, media
elektronik, maupun lingkungan, dengan demikian siswa dapat memahami konteks
dari materi bahasan dalam hubungannya dengan pengetahuan-pengetahuan lain;
2.
prinsip fokus, artinya dalam membahas suatu materi, hendaknya
guru menetapkan pokok persoalan yang menjadi pusat pembahasan, pusat perhatian
siswa sehingga pembicaraan tidak melebar keluar dari inti persoalan. Dalam
prakteknya, prinsip konteks dan fokus hendaknya digunakan secara bersamaan agar
saling melengkapi dengan memperhatikan proporsi masing-masing.
3.
prinsip urutan (sekuen), artinya dalam mengatur urutan materi
pelajaran, hendaknya guru mengurutkan dari hal yang termudah ke yang tersulit,
dari konkrit ke abstrak, materi yang menjadi prasyarat materi lain hendaknya
dipahamkan kepada murid terlebih dulu sebelum ke materi selanjutnya;
4.
prinsip evaluasi, artinya dalam mengajar guru hendaknya
mengintegrasikan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar, karena kegiatan ini
berfungsi untuk mempertinggi efektivitas belajar, memotivasi siswa untuk lebih
berprestasi
5.
prinsip individualisasi, artinya perbedaan-perbedaan yang ada
pada diri masing-masing siswa hendaknya diperhatikan oleh guru, diantaranya
tingkat kecerdasan (IQ), minat, perhatian, dan lain sebagainya. Maka perhatian
guru dapat diberikan pada saat siswa mengerjakan soal dan lain-lain;
6.
prinsip sosialisasi, artinya diciptakannya suasana belajar
dimana terjadi saling kerjasama antar siswa, kerjasama dalam mengatasi
problema, menciptakan iklim persaingan yang sehat dalam mencapai tujuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar